Langsing dengan Akupuntur,mungkinkah ?

May 27, 2010 at 2:17 am Leave a comment

Sering kali, niat berdiet runtuh dengan mudah hanya gara-gara tak kuasa menolak traktiran makan. Mungkin, ini saatnya Anda memerlukan bantuan. Alternatif bantuan yang saat ini sedang naik daun adalah terapi akupunktur. Meski kabarnya cukup cespleng menurunkan berat badan, nyatanya terapi ini bukan sulap. Tetap diperlukan komitmen kuat untuk mengubah pola hidup yang tidak sehat.

BEDA KONDISI, BEDA TUSUKAN
Menurut dr. Lily Djodoadmodjo (technical advisor acupuncture) dan dr. Indra Taudik Odang (praktisi akupunktur) dari Centrum for Life Care, jika tubuh dalam keadaan seimbang (metabolisme baik, asupan makanan berkualitas, dan aktivitas cukup, seharusnya seseorang tidak menjadi gemuk.

Sebaliknya, kalau faktor-faktor itu tidak seimbang, orang akan mudah jadi gemuk. Makanan yang seharusnya terbakar, malah bertumpuk jadi lemak. Ketidakseimbangan itulah yang dicoba diatasi dengan teknik akupunktur.

Karena itu, sebelum mulai ditusuk jarum, pasien perlu diperiksa dengan cermat, antara lain lewat pemeriksaan nadi, lidah, dan hara (sebuah metode dari Jepang, dengan cara mencari di bagian mana darah itu tersumbat). Misalnya, jika terdeteksi bahwa emosi dan kondisi hormonnya tidak seimbang, yang harus diterapi terlebih dulu adalah masalah itu. Logikanya, bagaimana bisa mengubah pola makan, bila mengatasi emosinya sendiri saja ia belum mampu.

Dalam proses pelangsingan tubuh, jumlah jarum yang digunakan tak sama pada setiap orang, tergantung kondisi tubuh masing-masing. Tak ada pula titik yang baku atau mutlak. Kedalaman penusukan jarum pun berbeda-beda, tergantung penyebab kegemukan. Ada yang hanya cukup sampai lapisan kulit bagian atas, ada pula yang sampai harus ke lapisan lemak.

Dalam akupunktur, 5 elemen dalam kehidupan pun berpengaruh dalam keseimbangan makanan yang harus dikonsumsi, yaitu:
1. Elemen kayu (rasa asam), melambangkan liver dan empedu.
2. Elemen api (rasa pahit), lambang organ jantung dan usus kecil.
3. Elemen tanah (rasa manis), melambangkan limpa dan pankreas.
4. Elemen logam (rasa pedas), lambang paru-paru dan usus besar.
5. Elemen air (rasa asin), lambang ginjal dan kandung kemih.

Semua rasa itu perlu dikombinasikan dengan seimbang, demi kesehatan masing-masing organ yang dilambangkannya. Lalu, yang bagaimana yang disebut seimbang? Menurut dr. Lily, lagi-lagi hal itu kembali pada kondisi tubuh masing-masing. Jika punya kecenderungan diabetes, jumlah asupan gula tak boleh banyak. Atau, jika ingin ginjal lebih sehat, konsumsilah jenis-jenis makanan yang asin, tapi jangan sampai tekanan darah meningkat tajam, karena hal itu justru bisa memancing penyakit yang lain lagi.

sumber : http://www.femina-online.com

Entry filed under: Metode diet. Tags: , , .

7 Makanan Penurun Berat Badan Agar diet berjalan baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

May 2010
M T W T F S S
    Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Most Recent Posts


%d bloggers like this: